BREAKING NEWS

 


DIDUGA PENINGGALAN MASA KOLONIAL, DUA BATU PENGGILINGAN DITEMUKAN DI KAMPUNG PANDAWA LIMA BEKASI


BENUA POST | BEKASI, 12 September 2026 — Temuan dua batu penggilingan atau crusher di Kampung Pandawa Lima, Desa Segara Jaya, Kabupaten Bekasi, menarik perhatian masyarakat dan pegiat sejarah. Bentuk serta ukuran batu tersebut disebut menyerupai batu penggilingan yang ditemukan di kawasan Kampung Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, batu tersebut diduga pernah digunakan sebagai bagian dari alat penggilingan tebu pada masa kolonial Belanda. Pada masa itu, teknologi penggilingan tebu digunakan untuk mengolah tebu menjadi gula.

Namun, dugaan mengenai usia dan fungsi kedua batu tersebut masih memerlukan penelitian serta verifikasi dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang sejarah, arkeologi, maupun cagar budaya.

Temuan ini menjadi menarik karena lokasi batu berada cukup jauh dari kawasan Kampung Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, yang selama ini dikenal memiliki keterkaitan dengan sejarah penggilingan tebu.

Di kawasan Kampung Penggilingan, sejumlah batu yang diduga merupakan bagian dari peralatan penggilingan pada masa lalu diketahui masih tersimpan di lingkungan permukiman warga. Keberadaan benda-benda tersebut sebelumnya juga telah menjadi perhatian berbagai pihak untuk diteliti dan ditelusuri nilai sejarahnya.

Sementara itu, kondisi di Kampung Pandawa Lima, Desa Segara Jaya, memiliki latar belakang berbeda. Berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, kawasan tersebut pada masa lalu tidak dikenal sebagai wilayah industri penggilingan tebu maupun penggilingan padi.

Mayoritas masyarakat di kawasan tersebut disebut berprofesi sebagai nelayan dan menggantungkan kehidupan dari hasil laut.

Menurut informasi warga, pada masa awal permukiman hanya terdapat sekitar lima rumah penduduk yang tinggal dan menetap di kawasan tersebut. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kawasan itu kemudian berkembang menjadi permukiman yang lebih ramai.

Nama Kampung Pandawa Lima sendiri, menurut keterangan salah seorang warga bernama Dani, berkaitan dengan lima rumah penduduk yang disebut menjadi cikal bakal permukiman tersebut.

Kelima rumah tersebut masing-masing ditempati oleh Pak Edy, Bapak Sukron, Timah, Ropidi, dan Pajeng.

"Dari lima rumah penduduk itulah yang menjadi cikal bakal nama kampung yang sekarang dikenal dengan sebutan Kampung Pandawa Lima," ujar Dani saat ditemui di lokasi.

KETUA UMUM FORSBI TERTARIK TELUSURI ASAL-USUL BATU

Temuan dua batu penggilingan tersebut turut menarik perhatian Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia (FORSBI), Muhammad Jaya.

Saat melintas di wilayah Desa Segara Jaya, Muhammad Jaya melihat dua batu yang berada di halaman rumah warga. Bentuk dan ukurannya dinilai memiliki kemiripan dengan batu penggilingan yang terdapat di kawasan Kampung Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Temuan tersebut kemudian mendorong Muhammad Jaya untuk menggali informasi lebih jauh mengenai asal-usul kedua batu tersebut.

Penelusuran dilakukan dengan menggali keterangan dari masyarakat sekitar maupun tokoh warga setempat yang mengetahui sejarah Kampung Pandawa Lima dan perkembangan permukiman di Desa Segara Jaya.

Pertanyaan utama yang kini muncul adalah bagaimana dua batu penggilingan tersebut bisa berada di kawasan pesisir yang secara historis, berdasarkan keterangan awal warga, tidak dikenal sebagai kawasan perkebunan tebu maupun industri gula.

Apakah kedua batu tersebut memang pernah digunakan untuk menggiling tebu pada masa kolonial, atau memiliki fungsi lain, masih menjadi pertanyaan yang membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Karena itu, temuan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait, termasuk pemerhati sejarah, arkeolog, pemerintah daerah, serta instansi yang menangani cagar budaya.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan usia, fungsi, asal-usul, serta kemungkinan keterkaitan kedua batu tersebut dengan sejarah industri gula di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Jika terbukti memiliki nilai sejarah, keberadaan dua batu penggilingan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari cerita Kampung Pandawa Lima, tetapi juga dapat menjadi petunjuk baru dalam menelusuri sejarah perkembangan industri gula dan permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Bekasi pada masa lalu.

//Eva
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini