Menu SPPG 5 Tamberu Daya Disorot, Warga Pertanyakan Porsi dan Kandungan Gizi
SAMPANG, BENUA POST – Menu makanan yang diperuntukkan bagi balita serta ibu hamil dan ibu menyusui dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 5 Tamberu Daya, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi sorotan masyarakat.
Sorotan tersebut mencuat setelah foto dan informasi mengenai menu makanan yang disebut berasal dari SPPG tersebut beredar di media sosial TikTok pada Kamis (10/9/2026). Unggahan itu diketahui dipublikasikan melalui akun TikTok Aziz Lacak dan kemudian mendapat perhatian dari sejumlah warganet.
Dalam unggahan tersebut, masyarakat mempertanyakan komposisi menu, jumlah atau ukuran porsi, hingga wadah yang digunakan dalam pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
Adapun identitas SPPG yang tercantum dalam informasi yang beredar adalah sebagai berikut:
- Nama SPPG: SPPG Sampang Sokobanah Tamberu Daya 5
- ID SPPG: UAYLHROZ
- Bank VA: BNI
- Nomor VA: 5268080020766***
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku kecewa setelah melihat menu makanan yang disebut diperuntukkan bagi kelompok penerima manfaat tersebut.
“Kami kecewa. Menu yang diberikan menurut kami sangat tidak layak. Ini menu untuk tiga hari, kok seperti ini? Awalnya makanan ada di ompreng, kemudian langsung diganti menggunakan tempat plastik,” ujar warga tersebut.
Berdasarkan informasi dan foto yang beredar, sejumlah makanan yang terlihat antara lain susu, nasi, tempe, telur yang disebut hanya separuh bagian, potongan semangka yang dinilai tipis, serta acar.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya terkait kecukupan porsi dan komposisi makanan apabila benar ditujukan bagi balita serta ibu hamil dan ibu menyusui.
Kelompok tersebut membutuhkan asupan makanan yang memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi sesuai standar program pemenuhan gizi. Karena itu, warga berharap distribusi makanan tidak hanya berorientasi pada tersalurkannya makanan, tetapi juga memperhatikan kualitas, kuantitas, keamanan pangan, serta kecukupan kandungan gizinya.
“Harapan kami makanan untuk balita dan ibu hamil benar-benar diperhatikan. Jangan sampai hanya sekadar ada makanan yang dibagikan, tetapi kebutuhan gizinya tidak terpenuhi,” imbuh warga tersebut.
Namun demikian, informasi mengenai menu dan dugaan ketidaksesuaian porsi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran atau ketidaksesuaian standar, karena masih berdasarkan unggahan media sosial dan keterangan warga.
Hingga berita ini disusun, awak media belum memperoleh penjelasan resmi dari pengelola SPPG Sampang Sokobanah Tamberu Daya 5 mengenai standar menu yang digunakan, takaran porsi, kandungan gizi, jumlah penerima manfaat, jadwal distribusi makanan, maupun alasan penggunaan wadah plastik sebagaimana disebutkan dalam keterangan warga.
Konfirmasi dari pihak SPPG maupun instansi terkait diperlukan agar informasi yang beredar di masyarakat dapat diketahui secara utuh dan berimbang.
BENUA POST akan memperbarui informasi ini apabila pihak pengelola SPPG atau instansi terkait memberikan klarifikasi resmi.
