Sadis, Usai Serempet Warga Jepun, Febri Perempuan Setengah Tua Warga Bago Ancam Obrak - Abrik Mapolres Tulungagung.
0 menit baca
Tulungagung, benuapost.id - Kelakuan Sadis dan tidak berprikemanusiaan tersebut dilakukan oleh Febri Salah Satu Warga Bago, Usai terlibat dalam laka lantas di jalan Jepun - Tamanan Perempuan setenggah tua ini justru ancam akan Obrak - abrik Mapolres Tulungagung. Hal tersebut didasari atas rasa emosi dirinya yang merasa Memiliki kedekatan dengan oknum Polisi Tulungagung dan merasa paling benar usai serempet ibu dan anak dibawah umur.
Kejadian laka lantas tersebut bermula hari minggu (13/9) 2026 sekitar jam 9 malam. Korban atas nama Ayu RNS perempuan (36) tahun warga Jepun saat itu sedang bonceng Putrinya Kiara (9) tahun melintas di jalan raya Jepon - Tamanan dari arah barat naik yamaha Nmax Nopol AG xxx RFG. Saat akan belok kanan untuk masuk ke halaman hotel Crown dengan nyalakan Lampu sein, tiba - tiba dari arah belakang Muncul Pick Up jenis Traga Nopol AG 8171 R0 yang langsung serempet korban.
Akibat kejadian tersebut kedua korban terjatuh dan alami luka berdarah dan memar kaki,tangan, Muka.
" Saya sebernarnya sudah nyalakan lampu sein dan jalan pelan sebelum belok kanan, tiba - tiba dari kanan belakang muncul Pick up yang langsung Nabrak Motor saya dan saya tidak sadar diri beberapa saat," ujar Korban.
Usai Kejadian kedua Korban langsung di evakuasi jukir di depan Toko Mr.DIY untuk sementara waktu di dudukan di teras toko. Usai kejadian tersebut Korban Justru dapat intimidasi dan Intervensi dari Febri serta Heri Sang sopir,
" Sampean Itu kalau mau belok jangan nyalakan Lampu sein Mendadak," Ucap Febri dengan nada emosi.
Tidak berhenti disitu, keduanya Bukannya langsung melakukan pertolongan atau cari kendaraan untuk evakuasi ke rumah sakit, Febri serta sopir dengan percaya dirinya malah Enak - enak hisap vape dan telpon Oknum Polisi.
" Sudah jelas saya dan Putri saya terluka dan berdarah, bukanya cari ambulan atau grab buat bawa saya ke rumah sakit, Malah saya di marah - marahin," tutur Korban sambil menangis.
Beberapa saat korban Kemudian di bawa ke RS untuk dapatkan perawatan Medis. Sesampainya di RS Febri yang disinyalir pemilik truk isi ayam Penbrak kedua Korban justru marah - marah saat ada Team Unit laka Lantas Polres Tulungagung.
Di saksikan beberapa kerabat Korban, Febri dengan nada sombongnya malah mengatakan, kalau kasus laka ini mau di proses dan pick up nya di tahan, maka Mapolres Tulungagung akan di obrak - abrik,
"Ndan kalau kasus ini lanjut trus Pick up di tahan, jangan salahkan Mapolres Tulungagung akan saya obrak - abrik, Cam kan itu," Ucap Febri dengan nada emosi.
Ucapan Febri ini cukup beralasan, karena pasca kejadian dirinya sempat telpon beberapa Oknum Polisi yang berdinas di polsek kota.Kuat dugaan Beking oknum Polisi tersebut adalah sosok yang memiliki Hubungan dekat istimewa yang selama ini back up usaha jual beli ayam Milik Febri.
Salah satu keluarga korban Juga sempat menegur Febri atas ucapan sombongnya tersebut dan kalau berkata yang hati - hati,
' Mbak hati - hati lo dengan ucapan anda, kakak korban adalah Media," ujar Adi B.
Mendengar kata - kata tersebut, Febri justru malah makin emosi dan balik mengatakan bahwa dirinya tidak takut dengan siapapun,
" Saya tidak peduli dan tidak takut dengan media,tidak ada urusan," tegas Febri dengan Sombong.
Pasca Kejadian tersebut Kedua Kendaraan kini telah di amankan di unit laka Lantas Polres Tulungagung.
Korban harus istirahat total dari pekerjaannya, karena mengalami luka benturan dekat mata dan pengelihatan kabur. Sedangkan Putri Korban juga alami nyeri di dada kanan dan harus istirahat dan bolos sekolah.
Pihak unit laka sendiri dalam kasus ini sudah berusaha untuk menjembatani agar kedua belah pihak damai dan diselesaikan secara kekeluargaan. Pihaknya memang sempat di telpon beberapa orang atas kejadian ini agar tidak di proses. Namun pihaknya tetap utamakan Laporan korban.
"Kita upayakan agar kasus ini bisa segera selesai secara kekeluargaan," dan Pihak - pihak yang tidak berkopenten dalam hal ini sementara kita sampingkan dulu,"
Ujar Aiptu Rohana staf unit laka lantas Polres Tulungagung.
3 hari pasca kejadian Dari pihak Pemilik Pick Up tidak ada itikat baik sama sekali.Ucapan permintaan maaf dan akui kesalahanya.
Pihak Keluarga Korban sendiri kecewa kepada Pihak Pemilik Pick Up ayam. Dari kejadian tersebut keselamatan Korban harusnya lebih diutaman dan tidak perlu cari beking polisi dan cari pembenaran sendiri. Karena keselamatan nyawa manusia jauh lebih Utama,
" Tidak sepatutnya dalam kejadian laka lantas bawa - bawa beking Polisi dan cari benarnya sendiri, keselamatan Manusia jauh lebih Penting, Soal benar salah itu urusannya Penyidik," ujar R Aris Kakak Korban.(team.Bas,ris,had)
