BENUAPOST.ID | Nasional - 28 April 2026 - Bajak laut Somalia kembali beraksi dan WNI kali ini dalam status tawanan,, Kasus pembajakan kapal kembali terjadi di tahun 2026, dan kali ini korbannya melibatkan Warga Negara Indonesia (WNI). Pada 21–22 April 2026, kapal tanker Honour 25 berbendera Oman yang membawa sekitar 18.500 barel minyak dibajak oleh perompak Somalia di sekitar 30 mil laut dari pesisir Somalia.
Di dalam kapal terdapat 17 kru dari berbagai negara, termasuk 4 WNI—salah satunya adalah Kapten Ashari Samadikun asal Gowa, Sulawesi Selatan. Momen terakhir sebelum pembajakan bahkan sempat terekam melalui video call dengan keluarga, sebelum komunikasi terputus total.
Para kru kini disandera, ponsel disita, dan berada di bawah ancaman senjata. Para perompak menuntut tebusan dengan ancaman serius jika tidak dipenuhi.
Kenapa di era modern seperti sekarang bajak laut Somalia masih bisa beraksi? Apakah dunia mulai lengah? Atau ada faktor geopolitik yang lebih dalam?
Di sisi lain, nama Indonesia juga muncul dalam paket sanksi ke-20 Uni Eropa terhadap Rusia (23 April 2026), dengan disebutnya Terminal Minyak Karimun sebagai bagian dari jalur yang diduga terkait “shadow fleet”. Meski pihak PT Oil Terminal Karimun membantah, posisi Indonesia kini mulai masuk radar global.
//sumber: Magazine






