itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/WebPage'>
  • Jelajahi

    Copyright © Benua Post
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Hari jadi 1


     

    Ikan promo



    Iklan

    Widget HTML (label jasa)

    Pengawas SPBU Rawamangun Emosi Saat Ditanya Soal Motor Thunder yang Bolak-balik Isi Bensin

    04/05/26, 17:43 WIB Last Updated 2026-05-04T10:43:22Z
    masukkan script iklan disini
    BERIKLAN HUBUNGI WA +6281295090601

     
    Jakarta Timur, 5 Mei 2026 – Fenomena pengendara motor jenis Thunder yang mondar-mandir mengisi Pertalite berkali-kali masih terus terjadi di SPBU Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur. Padahal, sebelumnya warga dan awak media sudah melakukan edukasi dan pelaporan.
     
     
     
    Masih Terjadi di Hari Kedua
     
    Berdasarkan pantauan di lapangan pada hari kedua, terlihat motor-motor tersebut kembali melakukan hal yang sama. Mereka mengisi bensin, pergi sebentar, lalu kembali lagi untuk mengisi ulang. Hal ini jelas mencurigakan dan diduga kuat untuk tujuan penyelewengan BBM subsidi, padahal aturan pembatasan sudah berlaku.
     
     






     Reaksi Pengawas yang Mengejutkan
     
    Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai hal ini, seorang pengawas di lokasi yang diperkirakan berusia sekitar 65 tahun justru bereaksi emosi. Pria yang enggan menyebutkan namanya itu berbicara dengan nada keras dan membela pihak SPBU.
     
    Dengan tegas ia mengatakan, "Kami pom bensin tidak salah". Ia juga terlihat berusaha mengusir wartawan dan tidak mau memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pengawasan terhadap pengisian berulang tersebut.
     
     
     
    Warga dan Media Kecewa
     
    Sikap arogan ini tentu membuat warga dan awak media semakin kecewa. Padahal, tugas pengawas seharusnya memastikan aturan berjalan, bukan malah membela praktik yang merugikan negara dan masyarakat.
     
    Masyarakat berharap manajemen SPBU dan pihak berwenang segera mengevaluasi kinerja petugas di lapangan agar aturan pembatasan BBM subsidi benar-benar ditegakkan, bukan hanya wacana.

    Yanto
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini