BENUAPOST.ID | INTERNASIONAL — Sedikitnya 42 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka setelah dua kereta cepat bertabrakan di wilayah selatan Spanyol, tepatnya di dekat kota Córdoba, Minggu malam (18/01/2026).
Otoritas setempat menyebut insiden ini sebagai kecelakaan kereta api terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade terakhir. Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong tergelincir dan ringsek parah, menyulitkan proses evakuasi korban.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez langsung mengunjungi lokasi kejadian pada Senin (19/01/2026). Dalam pernyataannya, Sánchez mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
“Ini adalah tragedi nasional yang sangat memilukan. Pemerintah akan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh,” ujar Pedro Sánchez.
Kesaksian Penyintas: “Kami Menyaksikan Mereka Sekarat”
Salah satu penyintas, Ana, menceritakan detik-detik mengerikan saat kecelakaan terjadi. Ia tengah bepergian bersama saudara perempuannya dan seekor anjing di salah satu kereta yang terlibat tabrakan.
“Kami mendengar suara benturan yang sangat keras. Orang-orang berteriak. Kami menyaksikan mereka sekarat, tapi kami tak bisa berbuat apa-apa,” tutur Ana dengan suara bergetar.
Warga sekitar dan tim penyelamat berupaya memberikan pertolongan pertama sebelum ambulans dan petugas darurat tiba di lokasi. Beberapa korban dievakuasi menggunakan tandu darurat karena kondisi rel yang rusak parah.
Hingga kini, penyebab pasti tabrakan masih dalam penyelidikan. Otoritas perkeretaapian Spanyol belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kelalaian teknis maupun kesalahan sistem sinyal.
Tim benuapost.id akan terus memantau perkembangan terbaru dari tragedi ini.
Sumber:BBC



