Selama 40 tahun, Negara Islam Iran, dikucilkan dari negara lain di bumi ini, diembargo ekonominya, dikekang kebebasannya oleh Amerika Serikat ( AS ), tapi ternyata secara diam diam negeri paramulah itu, menyusun kekuatan, merakit persenjataan serta mengatur strategi diluar dugaan musuh bebuyutan serakah AS & Israil, mereka membangun kekuatan tak tertandingi diera moderen ini. " Itu Baru pantas disebut Bediri Diatas Kaki Sendiri ( Berdikari ) ". Demikian menurut Ncuhi Pajo Cucu Raja Pajo.
BERDIKARI
Istilah " Berdikari atau Berdiri di atas Kaki Sendiri ", itu telah ditunjukan oleh Bangsa Iran. Baik itu para petinggi pemerintahan maupun segenap rakyatnya, kompak menyatukan tekad, melawan dua negara raksasa AS & Israil yang dipimpin oleh manusia serakah dzolim yang tidak mengenal halal haram, mereka tak segan segan menghancurkan bangsa lain, mengabisi nyawah jutaan orang tak berdosa, dalam memenuhi nafsu angkara murkanya, menguasai bumi, seakan akan merakalah tuhan penguasa jagat raya ini. Nyaris semua negara mayoritas Islam arab, telah menjadi boneka AS & Israil, Nato dan PBB tiarap dikaki kedua bangsa serakah tersebut, termasuk sejumlah negara Asia, lebih lebih Negara Indonesia, tambah parah lagi setelah di pimpin Prabowo, sangat terang Indonesia berlutut pada Trump dan Netanyahu.
CHINA, RUSIA, KORUT DLL MENAWARKAN DIRI IKUT BERPERANG BERSAMA IRAN TAPI MASIH DIPENDINGNYA.
Salah satu bukti kemandirian Iran, adalah ketika di gempur oleh dua negara raksasa yang terkenal memiliki senjata canggih, yang selama ini menjadi " Momok " menakutkan dikalangan bangsa lain, namun Iran tak tergentar, mereka justru membumi hanguskan Israil dan pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk dll yang terdapat pangkalan militer AS, padahal Iran masih menyendiri. Tawaran dari negara China, Rusia, Korea Utara dll untuk membantu membersamai melawan AS & Israil belum di terimanya..Iran masih gigih melawan sendirian yang ujung ujungnya Presiden AS Donald Trump merengek rengek minta gencatan senjata dan sanggup memenuhi semu persyatan gencatan senjata yang diajukan Iran.. " Itu sama saja dengan menyerar alias kalah perang yang diperalus dengan istilah gencatan senjata ". Kata pemerhati bangsa dari ufuk selatan RI.
NKRI SEGERA BERHENTI MENJADI CECUNGUK BANGSA LAIN ( BELAJAR DARI IRAN ).
Setelah terbukti negara para Mullah itu sukses mempecundangi dua negara serakah itu, ada selentingan di Medsos bahwa Iran bersedia membantu Indonesia, menjadi negara mandiri, independent dalam pertahanan keamanan tampa harus membayar mahal Alutista dari negara lain. " Pemerintah Indonesia Takusah gensi ". Tutup Ncuhi.
Pajo, 9 April 2026
Pewarta : Mus


