itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/WebPage'>
  • Jelajahi

    Copyright © Benua Post
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Hari jadi 1


     

    Ikan promo



    Iklan

    Widget HTML (label jasa)

    FIP Aceh Singkil Bakal Gelar FGD Bahas Wacana Penataan Dapil DPRA Pemilu 2029

    20/05/26, 13:32 WIB Last Updated 2026-05-20T06:32:06Z
    masukkan script iklan disini
    BERIKLAN HUBUNGI WA +6281295090601


    Benuapost.id ,
    ACEH SINGKIL – Forum Independen Peduli (FIP) Aceh Singkil bersiap menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas wacana penataan Daerah Pemilihan (Dapil) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menjelang Pemilu 2029. Wacana yang diusung adalah penggabungan Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam menjadi satu dapil mandiri yang utuh.


    Langkah ini merupakan kelanjutan komitmen FIP sejak tahun 2023. Momentum saat ini dinilai sangat tepat bagi Komisi Independen Pemilihan (KIP) untuk mengusulkan penataan tersebut ke KPU Pusat agar tidak terlambat.


    Secara geopolitik dan pemenuhan syarat, para pakar serta politisi menilai gabungan kedua daerah ini sudah sangat layak untuk berdiri sendiri. Namun, realisasinya membutuhkan kekompakan lintas sektor, akurasi data formal, serta argumentasi yang kuat di tingkat pusat.


    Rencana Pelaksanaan FGD

    Waktu: Jumat, 22 Mei 2026 (Ba'da Shalat Jumat) Tempat: Warung Maktuan Kopi, Desa Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah


    Agenda: Merumuskan langkah strategis bersama tokoh masyarakat, unsur legislatif, eksekutif, pimpinan partai politik (parpol), serta penyelenggara dan pengawas pemilu dari wilayah Aceh Singkil dan Subulussalam. Acara ini akan menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Zakirun Pohan S.Ag, MM (Akademisi) dan Komisioner KIP Aceh Singkil.


    Pendanaan: Secara swadaya dari peserta dan donatur yang tidak mengikat.


    "Ini merupakan inisiatif kami dari FIP yang juga didasarkan pada arahan dari para senior. Mohon doa dan dukungannya agar agenda ini berjalan dengan baik, sukses, dan berprogres hingga dapil penataan ini benar-benar terwujud," ujar Wajir Antoro Ketua FIP sekaligus Ketua Panitia Acara didampingi Pembina FIP Aceh Singkil Maksum Malau, Rabu (20/5/2026).


    FIP menegaskan bahwa keberhasilan perjuangan ini sangat bergantung pada komitmen kolektif seluruh stakeholder. Peran penting dari berbagai elemen tersebut meliputi:


    Pimpinan Partai Politik: Mengawal wacana secara kelembagaan demi perluasan ruang keterwakilan kader daerah di tingkat provinsi.


    Elemen Legislatif (DPRK): Memberikan sokongan politik formal dan sumbangan pemikiran strategis.


    Eksekutif & Kepala Daerah: Memberikan dukungan penuh, terutama dalam penyediaan validitas data kewilayahan dan kependudukan yang menjadi syarat mutlak pengusulan ke pusat.


    Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kokoh agar aspirasi masyarakat Aceh Singkil dan Kota Subulussalam melahirkan dapil mandiri. Target akhirnya adalah demi mewujudkan pemerataan pembangunan serta keterwakilan politik yang lebih efektif di masa depan.(Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini