itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/WebPage'>
  • Jelajahi

    Copyright © Benua Post
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Hari jadi 1


     

    Ikan promo



    Iklan

    Widget HTML (label jasa)

    Harga Sawit Terjun Bebas,Ketua Apkasindo Aceh Singkil Desak Pemerintah Kendalikan Harga TBS

    23/05/26, 22:04 WIB Last Updated 2026-05-23T15:04:00Z
    masukkan script iklan disini
    BERIKLAN HUBUNGI WA +6281295090601


    Benuapost.id ,
    ACEH SINGKIL – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah Ram TBS dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Aceh Singkil terus mengalami penurunan selama beberapa hari berturut-turut. Menyikapi kondisi ini, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Aceh Singkil mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret demi menstabilkan harga.


    Dampak Pidato Presiden Terkait Ekspor CPO

    Ketua Apkasindo Kabupaten Aceh Singkil, Syarifuddin Bancin, mengungkapkan bahwa penurunan harga TBS yang terjadi saat ini diduga mulai terasa sejak adanya pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan ekspor Crude Palm Oil (CPO).


    “Kami dari Apkasindo Aceh Singkil melihat, sejak pidato Presiden Prabowo untuk mengambil ekspor CPO di bawah BUMN, menimbulkan dampak tak terduga terhadap petani kelapa sawit di daerah Aceh Singkil,” kata Syarifuddin saat dihubungi, Sabtu (23/5/2026).


    Menurut Syarifuddin, hingga saat ini belum ada tanda-tanda harga TBS akan membaik. Sebaliknya, harga sawit di tingkat pabrik justru masih terus merosot setiap harinya.


    “Dan tanda-tanda harga TBS untuk membaik belum ada sinyalnya,” ujarnya.


    Belum Ada Langkah Konkret dari Pemerintah

    Syarifuddin menilai, sejauh ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah yang dampaknya benar-benar dirasakan oleh para petani dalam mengatasi anjloknya harga sawit tersebut.


    “Kami juga belum melihat ada langkah konkret yang diambil oleh pemerintah,” ungkapnya.


    Oleh karena itu, ia meminta pemerintah segera turun tangan melakukan pengendalian harga agar kondisi ini tidak semakin mencekik dan merugikan para petani lokal.


    “Kami mengimbau kepada pemerintah agar bisa mengendalikan harga TBS, karena harga CPO saat ini masih tinggi. Kebutuhan CPO juga meningkat,” tutur Syarifuddin.


    Ia menegaskan bahwa kondisi anjloknya harga TBS saat ini sangat tidak sebanding dengan tingginya permintaan serta nilai jual CPO di pasar global.


    “Sangat tidak manusiawi jika harga TBS yang merupakan sumber dari CPO justru rendah,” pungkasnya.(Maksum)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini