Jakarta, Sudah dibahas sebelumnya, bahwa semua organisme hidup dan bergerak berdasarkan sistem, setiap makhluk memiliki fungsinya sendiri, dan dengan cara itulah mereka saling menyejahterakan satu sama lain. Inilah satu-satunya sistem yang telah menjadikan alam semesta seimbang dan harmonis, yaitu sistem Ketundukpatuhan. Alam sebagai contoh bagi manusia untuk dapat menciptakan kehidupan yang damai sejahtera karena alam adalah penghubung antara manusia dengan Sang Pencipta.
Maka dari itu, manusia harus sering mengkaji dan melihat pola-pola yang ada dengan akal pikiran pemberian dari-Nya untuk dapat menemukan kebenaran sejati. Alam semesta —khususnya bumi— adalah tempat tinggal bagi manusia, manusia hidup dari alam, manusia makan dan minum dari alam, Dialah yang menggerakkan alam agar alam melayani manusia. Inilah bentuk ketundukpatuhan alam semesta kepada Pencipta mereka, yakni menjalankan Sistem yang telah Dia ciptakan.
Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk ciptaan-Nya, semua manusia dan semua organisme yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh satu-satunya Pencipta. Oleh karena itu, tujuan diciptakannya manusia sama seperti makhluk ciptaan-Nya yang lain, yakni fitrah manusia adalah tunduk patuh kepada Pencipta langit dan bumi sebagai Sang Pemilik Sistem.
Jika manusia tidak berfungsi sesuai dengan tujuan awal dia ciptakan, maka manusia akan rusak dan merusak. Hukum sebab-akibat yang berlaku di alam semesta akan menjadi cambuk-Nya untuk memperingati manusia atas tindakan mereka yang tidak sesuai dengan kehendak Sang Pencipta. Namun, Dia adalah Maha Pengasih dan Penyayang, Dia memberi waktu bagi manusia untuk mengingat kembali tujuan ia diciptakan. Dia tidak pernah berbuat jahat kepada makhluk ciptaan-Nya, Dia tidak akan menghukum keras manusia, sebelum Dia memberi tahu dan mengingatkan manusia. Untuk itulah, Dia mengajarkan manusia melalui alam, melalui utusan-Nya agar manusia berpikir, merenung, dan perlahan-lahan memahami suatu kebenaran yang dapat membuat manusia kembali tundukpatuh kepada-Nya.
Bermodalkan akal pikiran, manusia mampu bernalar logika, membaca situasi dan kondisi yang terjadi, dan menemukan jalan hidup yang benar, yaitu jalan hidup yang dikehendaki-Nya bagi umat manusia di muka bumi, mari namakan jalan ini dengan "Jalan Kebenaran Universal" sebagai satu-satunya jalan agar manusia dapat melaksanakan tupoksinya dan menjalankan Sistem-Nya, dan satu-satunya jalan menuju keselamatan dari kesalahan yang mereka perbuat —selamat dari murka alam, dan selamat dari bencana sosial.
Tidak ada jalan lain bagi manusia, jika ingin hidup damai dan sejahtera, lepas dari rasa takut dan penderitaan, maka manusia harus tunduk pada Sang Pencipta, Penguasa alam semesta, Raja langit dan bumi. Tidak ada yang dapat membatasi ruang lingkup Kekuasaan-Nya. Lantas, bagaimana cara manusia agar dapat berjalan di jalan kebenaran universal yang dikehendaki-Nya? Dan seperti apakah jalan kebenaran universal yang dimaksud?
Inilah tujuan dari diutusnya seorang manusia sebagai contoh bagi manusia lain di muka bumi. Manusia seperti itu diutus oleh Sang Pemilik alam semesta di setiap zamannya untuk mencontohkan, menunjukkan, dan mengajarkan manusia bagaimana cara tunduk patuh kepada Majikan sejati umat manusia. Mereka adalah manusia-manusia yang berjalan pada jalan kebenaran universal. Merekalah Wakil Yang Maha Kuasa yang dapat menyelamatkan umat manusia dari penderitaan dan penjajahan, bukan dengan sihir, tetapi dengan ajaran yang berasal dari satu-satunya sumber kebenaran, yakni Sang Pencipta. Akan tetapi, pertanyaannya sekarang, Siapakah mereka?
Tidak perlu terburu-buru untuk menjawabnya, kita akan membahas ini nanti, tunggu jawabannya di artikel selanjutnya! Sekian, terima kasih dan sampai jumpa.
Written by Marcella Safitri






