Benuapost.id l Tanjungbalai
Siang yang mendung di Lingkar Utara, Tanjungbalai, berubah menjadi mimpi buruk. Kereta Api 'Putri Deli', yang seharusnya mengantarkan harapan, justru menjadi mesin maut yang menghancurkan sebuah truk pasir. Kengerian melanda perlintasan tanpa palang, meninggalkan trauma mendalam bagi para saksi mata.]
Insiden mengerikan ini terjadi pada hari Senin, 04 Mei 2026, tepat pukul 12.30 WIB. Lokasi kejadian berada di perlintasan Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai. Sebuah tempat yang kini akan selalu diingat sebagai saksi bisu tragedi.
Polres Tanjungbalai menunjukkan respon cepat dalam menangani insiden ini. Personel segera diterjunkan ke TKP untuk mengamankan lokasi dan memastikan proses evakuasi korban berjalan lancar. Namun, kehadiran mereka tidak mampu menghapus kengerian yang telah terjadi.
Menurut keterangan saksi mata, truk yang dikemudikan oleh Syukir (42) melaju dari arah Jalan Besar Sei Raja menuju Jalan Tasik. Di saat yang sama, Kereta Api 'Putri Deli' meluncur dengan kecepatan tinggi. Tanpa peringatan, tanpa palang pintu, tabrakan dahsyat tak terhindarkan.
Benturan keras mengguncang seluruh area. Truk pasir terguling ke sisi kanan rel, berubah menjadi rongsokan besi yang mengerikan. Pasir berhamburan, bercampur dengan oli dan cairan lainnya, menciptakan pemandangan yang menjijikkan. Suara jeritan dan tangisan memecah keheningan, menambah kengerian di lokasi kejadian. 'Putri Deli', sang pembawa maut, berhenti dengan roda yang berdecit, seolah menyesali perbuatannya.
Belum ada informasi resmi mengenai kondisi pengemudi truk, Syukir. Namun, saksi mata menyebutkan bahwa ia terlihat terjepit di dalam kabin yang ringsek. Upaya evakuasi berlangsung dramatis, dengan petugas berjuang keras untuk mengeluarkan korban dari himpitan besi. Setiap detik terasa seperti siksaan yang tak berujung.
Perlintasan tanpa palang di Jalan Lingkar Utara ini memang dikenal rawan kecelakaan. Warga sekitar seringkali mengeluhkan minimnya pengamanan di lokasi tersebut. Tragedi ini menjadi bukti nyata betapa berbahayanya perlintasan tanpa pengaman, dan menuntut perhatian serius dari pihak terkait.
Polres Tanjungbalai telah memulai investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini. Dugaan sementara, kelalaian pengemudi truk menjadi faktor utama. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain, seperti kurangnya rambu-rambu peringatan dan pengawasan di perlintasan tersebut.
Insiden ini meninggalkan trauma mendalam bagi para saksi mata dan keluarga korban. Bayangan truk yang hancur dan suara benturan keras akan terus menghantui mereka. Tragedi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya kehidupan, dan betapa pentingnya berhati-hati di jalan raya.
Maut kembali merenggut nyawa di perlintasan tanpa palang. Tragedi ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan tidak boleh ada lagi nyawa yang melayang sia-sia karena kelalaian.
Pewarta: (IG)



