KELANGKAAN PERTALITE DI SPBU 44.577.18 SEMBUH JUMAPOLO DIKELUHKAN: MOTOR TENDER ISI BERULANG KALI,
0 menit baca
KARANGANYAR — benuapost.id
Warga dan konsumen kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 44.577.18 Sembuh, yang beralamat di Jalan Raya Jumapolo-Karanganyar, Sembuh Kulon, Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Pasalnya, stok Pertalite di SPBU tersebut dilaporkan selalu habis setiap pagi hari, membuat banyak konsumen gigit jari dan tidak bisa mendapatkan hak mereka atas BBM bersubsidi. Fenomena ini dinilai tidak wajar mengingat pasokan rutin dikirimkan dan operasional SPBU baru tutup pada pukul 20.00 WIB.
Keluhan Masyarakat dan Temuan Kendaraan "Tender" Berulang Kali Mengisi
Berdasarkan informasi dan laporan dari masyarakat serta pengakuan petugas SPBU setempat, terungkap adanya indikasi praktik tidak sehat dalam pendistribusian Pertalite. Sejumlah sepeda motor tertentu yang diistilahkan sebagai motor "tender" terlihat mondar-mandir mengisi BBM jenis Pertalite secara berulang-ulang di SPBU tersebut.
Berdasarkan investigasi di lapangan, pihak SPBU menyebutkan bahwa mobil tangki pengangkut BBM biasanya baru datang dan melakukan bongkar muat pada siang hari. Namun, stok tersebut sudah ludes sejak pagi hari berikutnya, meskipun SPBU baru beroperasi hingga pukul 20.00 malam.
Kondisi ini diperparah dengan keberadaan kendaraan yang "itu-itu saja" keluar masuk untuk mengisi BBM secara terus-menerus. Saat dikonfirmasi di lokasi, pihak internal SPBU pun memberikan sinyal kuat adanya pemain dalam distribusi BBM bersubsidi ini.
> "Kalau pemain, cuma ada pemain Pertalite aja, kalau pemain solar saya gak tau, karena yang ada yang kendaraan cuma itu-itu aja," ungkap narasumber di lokasi SPBU.
>
Desakan Penindakan Tegas
Maraknya aktivitas motor tender yang mengisi BBM bersubsidi secara berulang-ulang ini merugikan masyarakat luas yang benar-benar membutuhkan Pertalite untuk mobilitas harian. Konsumen mendesak agar Pertamina Patra Niaga serta aparat penegak hukum (APH) wilayah Karanganyar segera turun tangan melakukan sidak dan investigasi menyeluruh di SPBU 44.577.18 Sembuh Jumapolo.
Praktik pelangsiran atau penimbunan terselubung semacam ini tidak boleh dibiarkan karena mencederai asas keadilan distribusi energi bersubsidi. Tim redaksi benuapostnusantara.com akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta pertanggungjawaban pihak manajemen SPBU serta instansi terkait.
Jurnalis: Tim benuapost.id
Editor: Redaksi
