Jakarta, benuapost.id | Di atas permukaan bumi berdiri gedung-gedung besar yang menjulang tinggi ditemani sibuknya aktivitas manusia. Dilihat dengan mata fisik, hidup berjalan aman-aman saja. Akan tetapi ada kekuatan yang dapat membinasakan masa depan umat manusia.
Perkenalkan, inilah Polarisasi politik yang menjadi ancaman tersembunyi bagi manusia sebagai penghancur sunyi yang keberadaannya ada di antara manusia.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, polarisasi adalah pembelahan menjadi dua kelompok yang saling berlawanan dalam hal kepentingan, perbedaan paham, dan pendapat politis.
Dalam demokrasi, polarisasi Politik dianggap wajar sebagai naluri manusia untuk mengungkapkan pendapat yang berbeda dari pendapat orang lain dalam moment-moment tertentu, seperti pada pemilu (Tempo, 2022).
Polarisasi politik diperparah oleh bias konfirmasi. Bias konfirmasi adalah pembenaran atas informasi-informasi yang mendukung keyakinan dan kepercayaan seseorang tanpa peduli apakah informasi itu benar atau tidak, membuat seseorang menolak informasi yang tidak sesuai dengan perspektifnya.
Kencangnya arus informasi yang datang dari berbagai sumber menjadikan informasi semakin sulit untuk disaring. Inilah yang juga menambah keakutan dan ketegangan di antara masyarakat (Fathurochman & Tutiasri, 2023).
Perpecahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dipengaruhi oleh kondisi yang sedang mereka alami, sedangkan di kalangan elit ini terjadi karena adanya kompetisi yang membutuhkan ambisi untuk bertahan. Seperti dalam pemilu, polarisasi terjadi karena adanya benturan dari dua atau lebih kelompok yang mendukung pencalon mereka masing-masing, pertemuan beberapa kelompok yang memiliki pemahaman dan cara pandang yang berbeda ini malah menimbulkan permusuhan satu golongan dengan golongan lain (Kompasiana, 2025).
Yah, mau bagaimanapun, perpecahan adalah penyebab dari permusuhan dan permusuhan akan menghasilkan kerusakan dan krisis. Tentu ini adalah hal yang buruk karena perpecahan juga dapat menghancurkan kehidupan yang damai serta menumbuhkan pertikaian yang berakhir maut (Kompas, 2023).
Kondisi ini tidak disadari oleh banyak orang, padahal ini adalah penghancur besar yang diam-diam telah membawa umat manusia kepada kebinasaan tanpa manusia menyadarinya.
References
Fathurochman, N. Y., & Tutiasri, R. P. (2023, September 2). Penerimaan Generasi Z terhadap Polarisasi Politik. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Vol. 6, 7. doi:https://doi.org/10.54371/jiip.v6i9.2833
Kompas. (2023, Juli 19). Realitas Polarisasi Politik. Retrieved Maret 30, 2026, from Kompas.id: https://www.kompas.id/artikel/realitas-polarisasi-politik
Kompasiana. (2025, Januari 8). Politik Polarisasi Indonesia. Retrieved Maret 30, 2026, from Kompasiana.com: https://www.kompasiana.com/amandatazky0475/677e83d8ed64156104554182/polarisasi-politik-indonesia?page=2&page_images=1
Tempo. (2022, September 13). Rentan Berakibat Masyarakat Terpecah, Apa Itu Polarisasi Politik? Retrieved Maret 30, 2026, from Tempo.co: https://www.tempo.co/politik/rentan-berakibat-masyarakat-terpecah-apa-itu-polarisasi-politik--291026
//udiyono


