DIDUGA MAFIA BBM SUBSIDI DI SPBU 34.433.18 WARUNG KIARA MENGGUNAKAN MOTOR THUNDER BOLAK BALIK DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI.
SUKABUMI | benuapost.id – Dugaan praktik pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara berulang menggunakan kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi atau kerap disebut motor “tander” kembali menjadi perhatian publik. Aktivitas tersebut diduga dilakukan untuk mengumpulkan BBM bersubsidi dalam jumlah besar yang kemudian ditimbun atau diperjualbelikan kembali kepada pengepul,
![]() |
| Foto oprator SPBU saat di wawancara dengan tim media pada hari rabu 17 Juni 2026 |
Berdasarkan informasi dan pengamatan di lapangan, kendaraan yang diduga digunakan untuk praktik tersebut terlihat melakukan pengisian BBM berkali-kali di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Praktik ini berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima.
Selain berpotensi menimbulkan kelangkaan di tingkat konsumen, aktivitas tersebut juga kerap memicu antrean panjang di SPBU dan menimbulkan keluhan dari masyarakat pengguna BBM subsidi.
Lebih lanjut, beredar dugaan adanya keterlibatan oknum petugas SPBU yang diduga memberikan kemudahan kepada kendaraan tertentu untuk melakukan pengisian berulang. Dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi dan investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang maupun manajemen Pertamina.
Sebagai bagian dari dokumentasi lapangan, diperoleh foto papan informasi SPBU yang menunjukkan identitas lokasi pengisian BBM. Berdasarkan keterangan yang tercantum pada foto, lokasi tersebut berada di:
- Nomor SPBU: 34.433.18
- Lokasi: Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Masyarakat berharap PT Pertamina Patra Niaga bersama instansi terkait segera melakukan pemeriksaan dan pengawasan lebih intensif terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Jika terbukti terjadi pelanggaran, penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dinilai penting guna menjaga distribusi energi bersubsidi tetap tepat sasaran.
//tim investigasi Jawa Barat //why dan kawan-kawan

