itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/WebPage'>
  • Jelajahi

    Copyright © Benua Post
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Hari jadi 1


     

    Ikan promo



    Iklan

    Widget HTML (label jasa)

    Nama Fattah Fikri Di Cantut,Masyarakat Dihimbau Waspada

    15/05/26, 12:34 WIB Last Updated 2026-05-15T05:35:47Z
    masukkan script iklan disini
    BERIKLAN HUBUNGI WA +6281295090601


    Benuapost.id , 
    Aceh Timur— Nama anggota DPRK Aceh Fattah Fikri, dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan melalui media sosial Facebook dan aplikasi WhatsApp,(15/05/2026).


    Aksi penipuan itu dilakukan dengan membuat akun Facebook yang menggunakan nama dan foto Fattah Fikri, serta dilanjutkan dengan komunikasi melalui nomor WhatsApp +62 821-8475-7635. Modus yang digunakan pelaku yakni menghubungi calon korban melalui pesan Facebook Messenger, kemudian meminta nomor WhatsApp dengan dalih untuk melanjutkan komunikasi.


    Setelah itu, pelaku menawarkan berbagai bantuan guna menarik minat korban.


    Saat dikonfirmasi media ini Fattah Fikri membenarkan adanya pencatutan identitas tersebut. Ia menyebut, sejumlah rekannya telah dihubungi oleh akun Facebook palsu yang mengatasnamakan sajan Fattah Fikri.Jumat (15/5/2026).


    “Ada beberapa teman yang mengonfirmasi ke saya, bahwa mereka dihubungi oleh akun Facebook tersebut yang mengaku bernama saya dan menggunakan foto saya. Karena merasa janggal, mereka langsung menanyakan kebenarannya, termaksud rekan media juga mengalami hal serupa.ujar Fattah.


    Ia menegaskan bahwa akun Facebook maupun nomor WhatsApp tersebut bukan miliknya, dan meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap penawaran mencurigakan, terlebih yang mengatasnamakan dirinya.


    Fattah juga mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi sebelum melakukan transaksi, terutama jika berkaitan dengan penawaran barang dengan harga tidak masuk akal.


    Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang kian marak, termasuk pencatutan identitas pejabat publik untuk meyakinkan korban.Pungkasnya.


    Tri

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini