🕊️ Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn 🕊️
Kabar duka menyelimuti umat Islam dan masyarakat luas. Seorang alim ulama kharismatik, guru umat, sekaligus pewaris ilmu para nabi, Abuya KH Agus Mulyadi Mawahib bin H. Zen, telah berpulang ke hadirat Allah SWT.
Kepergian Abuya KH Agus Mulyadi Mawahib menjadi kehilangan besar bagi dunia dakwah dan pendidikan Islam. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok ulama yang istiqamah dalam menyebarkan ilmu, membimbing umat, serta menjadi teladan dalam akhlak dan pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Kullu nafsin dzā`iqatul maut.”
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.”
(HR. Abu Dawud)
Doa dan belasungkawa mendalam disampaikan oleh Ketua Umum Lembaga Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI), Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., yang juga dikenal sebagai Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja, Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon.
Dalam pernyataannya, Sultan Sepuh menyampaikan bahwa wafatnya Abuya KH Agus Mulyadi Mawahib merupakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar almarhum, tetapi juga bagi seluruh murid, jamaah, dan umat Islam yang selama ini merasakan manfaat dari ilmu dan keteladanan beliau.
“Kami meyakini ilmu, dakwah, dan keteladanan Abuya KH Agus Mulyadi Mawahib akan terus mengalir sebagai amal jariyah yang tidak terputus,” ujar Sultan Sepuh.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Apabila seorang hamba meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shalih.”
(HR. Muslim)
Doa pun dipanjatkan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, menerangi alam barzakh-nya, serta menempatkannya di derajat terbaik di sisi Allah SWT.
Kepada keluarga yang ditinggalkan serta seluruh murid dan jamaah, diharapkan Allah SWT menganugerahkan kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan ini.
🤲 Allahummaghfir lahu warhamhu, wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu.
🤲 Al-Fatihah.




