-->

Puasa


 

Tex berjalan

Iklan 300x250

Dasco Orkestrasi Senayan: Efisien atau Bahaya bagi Demokrasi?"

Benua Post
04/01/26, 14:06 WIB Last Updated 2026-01-04T07:06:50Z
masukkan script iklan disini
iklan anda disini


Jakarta, Benua Post – Dominasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengubah wajah parlemen Indonesia menjadi "pabrik undang-undang" yang efisien, tapi berisiko meredupkan fungsi checks and balances. Memasuki 15 bulan era Prabowo Subianto, Senayan tampak tenang luar biasa: minim interupsi, perdebatan sengit, atau drama pemutus mikrofon.


Pengamat politik menyoroti peran sentral Dasco, yang tak hanya menjabat Wakil Ketua DPR, tapi juga Ketua Harian DPP Gerindra—partai inti pendukung presiden. Julukan "Don Dasco" melekat padanya karena kemampuannya mengorkestrasi suara fraksi seperti sutradara ulung.


Jaringan Rahasia: Kabinda dan Adidas

Jurnalis mengungkap jaringan politik solid di balik layar: Kabinda (Kader Binaan Dasco), mayoritas kader Gerindra yang menduduki posisi kunci di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) seperti komisi dan badan penting. Lalu ada Adidas (Anak Didik Dasco), jejaring lintas partai yang setia mendukung agenda Dasco—dari panitia kerja hingga Badan Legislasi (Baleg).


Tahun 2025 jadi bukti nyata. Baleg beroperasi bak pabrik: produktivitas legislasi melonjak, pembahasan RUU cepat dan terukur. Nasib sebuah RUU kini bergantung pada "restu" Dasco—laju mulus, tertahan, atau mati di tempat.


Stabilitas vs. Demokrasi?

Pro: stabilitas politik dan legislasi kilat. Kontra: DPR dikhawatirkan jadi "stempel" eksekutif. "Tanpa perdebatan terbuka, pengawasan melemah," tegas pengamat politik Ray Rangkuti.


Sejumlah kalangan desak mekanisme pengawasan lebih kuat agar parlemen tak sekadar "mesin produksi UU". Apakah "Don Dasco" jadi pahlawan efisiensi atau ancaman demokrasi? Senayan menanti jawaban.

//Netti


 🌟 #Dasco #Senayan #Demokrasi

Komentar

Tampilkan

Terkini