-->

Puasa


 

Tex berjalan

Iklan 300x250

Google Tutup Lebih dari 10.000 Akun Palsu di Google Maps, Terkait Penipuan Bisnis Fiktif

Benua Post
25/01/26, 22:41 WIB Last Updated 2026-01-25T15:41:48Z
masukkan script iklan disini
iklan anda disini


 

Jakarta, benuapost.id | Google dilaporkan telah menutup lebih dari 10.000 akun di Google Maps setelah teridentifikasi sebagai bisnis fiktif maupun akun yang diretas. Penutupan massal ini dilakukan menyusul laporan dari sebuah perusahaan di Texas, Amerika Serikat, yang menemukan adanya akun palsu mengatasnamakan bisnis mereka di layanan peta Google.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Google melakukan penelusuran mendalam terhadap aktivitas mencurigakan di platform Google Maps. Hasil investigasi internal menemukan ribuan profil bisnis palsu yang digunakan untuk menipu pengguna dengan menawarkan jasa palsu, memanipulasi ulasan, hingga mengarahkan pelanggan ke nomor telepon penipu.

“Begitu kami menerima laporan penipuan, kami langsung melakukan langkah agresif untuk mengidentifikasi iklan palsu lain yang serupa,” ujar Penasihat Umum Google, Halimah DeLaine Prado, seperti dikutip dari CBS News.

Google menyebut praktik ini merupakan bagian dari modus penipuan digital yang semakin marak, terutama dengan memanfaatkan fitur Google Business Profile untuk membuat lokasi bisnis palsu. Akun-akun tersebut sering muncul dalam hasil pencarian lokal dan Google Maps, sehingga berpotensi menyesatkan konsumen.

Menurut Google, perusahaan terus meningkatkan sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi pola aktivitas tidak wajar, termasuk:

Lokasi bisnis palsu

Nomor telepon fiktif

Ulasan palsu (fake review)

Pengalihan pelanggan ke pihak tidak bertanggung jawab

Selain menutup akun, Google juga menggandeng aparat penegak hukum di Amerika Serikat untuk menindak jaringan pelaku penipuan yang memanfaatkan platform digital.

Google mengimbau para pemilik usaha agar secara rutin memantau akun bisnis mereka di Google Maps dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan atau akun yang mengatasnamakan bisnis mereka tanpa izin.

Langkah tegas ini menunjukkan komitmen Google dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap layanan pencarian lokasi dan peta digital, sekaligus menekan angka penipuan berbasis platform online.

//ss




Komentar

Tampilkan

Terkini