Jakarta, benuapost.id | Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, secara resmi mengalokasikan sejumlah bidang tanah milik negara di Kegubernuran Sinai Utara, termasuk kawasan strategis yang berada di sekitar Rafah. Kebijakan ini menjadi bagian dari rencana nasional Mesir untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan infrastruktur di Semenanjung Sinai.
Mengutip Middle East Monitor, Jumat (2/1/2026), El-Sisi menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 736 Tahun 2025 yang menetapkan pengalihan lahan negara di Sinai Utara kepada Otoritas Umum untuk Pelabuhan Darat dan Kering. Pengalihan ini ditujukan untuk pengembangan zona logistik terpadu yang diharapkan mampu memperkuat jalur distribusi barang serta konektivitas regional.
Dalam keputusan tersebut, terdapat tiga bidang tanah utama yang dialokasikan, masing-masing berlokasi di wilayah dekat Rafah, El Hassana, dan kawasan Baghdad di Sinai Utara. Secara keseluruhan, luas lahan yang disiapkan mencapai sekitar 6.227.658 meter persegi, menjadikannya salah satu proyek pengelolaan lahan terbesar di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Mesir menilai pembangunan zona logistik di Sinai Utara memiliki nilai strategis, tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga untuk meningkatkan peran Sinai sebagai simpul perdagangan dan distribusi antara Afrika, Timur Tengah, dan kawasan Mediterania.
Selain aspek ekonomi, proyek ini juga disebut sejalan dengan agenda pemerintah Mesir dalam memperkuat stabilitas dan pembangunan berkelanjutan di Sinai, wilayah yang selama ini menjadi fokus perhatian nasional. Dengan adanya pengembangan infrastruktur logistik, pemerintah berharap tercipta lapangan kerja baru serta peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Hingga saat ini, belum dirinci jadwal pembangunan maupun nilai investasi yang akan digelontorkan. Namun, langkah strategis ini menegaskan komitmen Presiden El-Sisi untuk menjadikan Semenanjung Sinai sebagai bagian integral dari transformasi ekonomi Mesir ke depan.




