-->

Puasa


 

Tex berjalan

Iklan 300x250

Pemadaman Listrik Lumpuhkan Transportasi Tokyo, Ratusan Ribu Penumpang Terdampak

Benua Post
17/01/26, 22:22 WIB Last Updated 2026-01-17T16:16:08Z
masukkan script iklan disini
iklan anda disini

Suasana pusat Kota Tokyo tampak lengang di sejumlah titik pada Jumat pagi (16/1/2026) setelah pemadaman listrik besar-besaran melumpuhkan layanan kereta komuter, termasuk Yamanote Line dan Keihin-Tohoku Line. Gangguan ini berdampak pada ratusan ribu penumpang saat jam sibuk. (Foto: Ilustrasi/Reuters)

 TOKYO | benuapost.id – Jaringan transportasi utama di ibu kota Jepang, Tokyo, lumpuh total pada Jumat pagi (16/1/2026) setelah pemadaman listrik besar-besaran menghentikan operasional sejumlah kereta komuter. Dua jalur tersibuk di kota tersebut, Yamanote Line dan Keihin-Tohoku Line, terpaksa berhenti beroperasi.


Operator kereta East Japan Railway Company (JR East) mengonfirmasi gangguan terjadi sejak pukul 03.50 waktu setempat. Pemadaman disebabkan oleh masalah pada fasilitas kelistrikan di sekitar Stasiun Tamachi, salah satu simpul penting jaringan rel Tokyo.


Gangguan ini berdampak signifikan pada mobilitas warga, terutama saat jam sibuk pagi. Data sementara menyebutkan sekitar 670.000 hingga 673.000 penumpang terdampak akibat terhentinya layanan kereta.


Sejumlah rangkaian kereta dilaporkan terjebak di lintasan, memaksa petugas melakukan evakuasi penumpang dengan berjalan kaki menyusuri rel menuju stasiun terdekat. Situasi tersebut sempat menimbulkan kepadatan dan kepanikan, meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa.


JR East menyatakan pihaknya segera mengerahkan tim teknis untuk memulihkan pasokan listrik dan memastikan keamanan jalur sebelum layanan kembali dioperasikan secara bertahap. Hingga berita ini diturunkan, proses normalisasi masih berlangsung.


Pemerintah kota Tokyo mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi alternatif serta memantau informasi resmi dari operator kereta guna menghindari penumpukan di stasiun-stasiun besar.


Peristiwa ini menjadi salah satu gangguan transportasi terbesar di Tokyo dalam beberapa tahun terakhir, mengingat Yamanote Line dan Keihin-Tohoku Line merupakan tulang punggung mobilitas jutaan warga setiap harinya.





Komentar

Tampilkan

Terkini