Benuapost.id — Jakarta/Karawang, 20 Februari 2026
Pemerintah Indonesia mengambil dua langkah strategis yang menyita perhatian publik, masing-masing di sektor pertahanan dan transformasi digital nasional.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 19 Februari 2026, parlemen menyetujui rencana hibah Patrol Boat 18M Class dari Jepang melalui skema Official Security Assistance (OSA). Persetujuan ini menjadi bagian dari upaya penguatan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.
Namun di saat bersamaan, pemerintah memutuskan membatalkan rencana penerimaan hibah alpalhankam dari Korea Selatan, yakni korvet eks ROKS Bucheon (PCC-773) yang merupakan bagian dari keluarga Pohang-class corvette.
Padahal, rencana hibah kapal tersebut sebelumnya telah memperoleh persetujuan Komisi I DPR RI sejak tahun 2023.
Evaluasi Kebutuhan Alutsista
Sejumlah pengamat menilai pembatalan hibah korvet Pohang Class kemungkinan berkaitan dengan pertimbangan teknis dan efisiensi jangka panjang. Kapal jenis ini diketahui merupakan platform generasi lama yang memerlukan biaya pemeliharaan dan modernisasi tidak kecil.
Selain faktor usia, kebijakan standardisasi alutsista serta penyesuaian prioritas anggaran pertahanan juga disebut-sebut menjadi variabel yang dipertimbangkan pemerintah. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi rinci yang dipublikasikan mengenai alasan final pembatalan tersebut.
Microsoft Tancap Gas di Karawang
Di sektor teknologi, kabar besar datang dari investasi digital. Raksasa teknologi global Microsoft dilaporkan hampir merampungkan pembangunan data center hyperscale JKT09 di wilayah Karawang, Jawa Barat.
Fasilitas ini memiliki:
Kapasitas awal sekitar 48 megawatt (MW)
Potensi ekspansi hingga 144 MW
Menjadi bagian dari pengembangan Cloud Region Indonesia Central
Dampak bagi Ekosistem Digital
Kehadiran data center hyperscale tersebut diproyeksikan membawa sejumlah dampak strategis, antara lain:
Memperkuat kedaulatan dan keamanan data nasional
Menurunkan latency layanan cloud di Indonesia
Mendorong pertumbuhan ekonomi digital
Menarik investasi teknologi lanjutan ke Tanah Air
Langkah ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu hub digital yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.
Penutup
Dengan keputusan terbaru ini, Indonesia terlihat menjalankan strategi ganda: memperkuat postur pertahanan secara selektif sekaligus mempercepat transformasi digital nasional. Perkembangan lebih lanjut, khususnya terkait alasan resmi pembatalan hibah korvet dari Korea Selatan, masih dinantikan publik.
(Redaksi Benuapost.id)



