itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/WebPage'>
  • Jelajahi

    Copyright © Benua Post
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Widget HTML (label jasa)

    Terlepas dari sifat-sifat buruk manusia, Sang Pencipta telah menciptakan manusia dengan rupa paling baik dan paling canggih

    Redaksi
    13/04/26, April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-13T11:38:27Z
    masukkan script iklan disini
    PASANG IKLAN +6287711124050


     

    Manusia diciptakan memiliki dua dimensi, yaitu dimensi fisik (badan) dan dimensi batin (mental spiritual). Pada awalnya, bayi tidak memiliki pengetahuan apapun tentang dunia, tetapi ia diberikan tiga sarana sebagai modal untuk dapat memperoleh ilmu pengetahuan sehingga bisa menghadapi realitas kehidupan, yaitu pendengaran, pengelihatan, dan akal pikiran. 


    Secara fisik, manusia memiliki otak yang dibagi menjadi 4 bagian oleh para ahli, yaitu: 

    1. Cerebrum (Otak Besar) 

    Penentu kecerdasan intelektual manusia bergantung pada kualitas cerebrum. Modal untuk manusia bisa memiliki kemampuan visual, berpikir, menganalisis, logis, bahasa, kesadaran, perencanaan, dan memori jangka panjang yang memungkinkan manusia untuk menciptakan peradaban karena _neocortex_ (cerebrum: otak besar) tidak dimiliki oleh makhluk lain selain manusia. Cerebrum memiliki empat bagian atau lobus, yaitu: 


    1) Lobus frontal: menjalankan fungsi motorik, penyelesaian masalah, penilaian, pengambilan keputusan atas konsekuensi, memori, bahasa, kontrol perasaan, dan kontrol prilaku seksual. 

    2) Lobus parietal: menerima dan memproses informasi sensorik. 

    3). Lobus temporal: menafsirkan informasi suara, membantu mengenali dan menyimpan memori visual serta memberikan respon emosional dari hasil kerja sama dengan sistem limbik. 

    4) Lobus oeccipital: memberi kemampuan untuk mengenali objek melalui retina mata. 


    2. Sistem Limbik 

    Memiliki beberapa bagian di antaranya ada hippocampus —sebagai pembentuk memori, hipotalamus (mengatur suhu tubuh, pelepasan hormon, serta mengatur rasa lapar dan rasa haus), talamus (bagian otak yang menerima sinyal sensorik), dan bagian lainnya menjadikan sistem limbik disebut sebagai otak mamalia. 


    3. Brain Stem (Otak Reptil)

    Brain Stem atau batang otak dengan fungsi menerima informasi dari seluruh tubuh. 


    4. Cerebrum (Otak Kecil) 

    Cerebrum berfungsi untuk mengatur gerakan motorik halus, mengatur keseimbangan, serta menyimpan dan merealisasikan gerakan otomatis yang dipelajari. 


    Telah kita saksikan betapa indah dan luar biasanya cara kerja tubuh kita. Semua bagian tubuh bekerja sama dan saling membantu untuk melaksanakan tugas yang telah diundangkan-Nya kepada mereka, tanpa ada bagian yang menjadi raja atas sebagian yang lain, tidak ada dari mereka yang mengeluh lelah bekerja, semua menjalankan fungsi masing-masing tanpa ada yang korupsi nutrisi, tanpa ada yang merusak satu sama lain dengan alasan pribadi, dan tidak ada satu bagian pun dari mereka yang tidak berguna. 


    Manusia dengan segala kelebihan yang Dia titipkan kepada kita sebagai manusia, sudah sepatutnya memaksimalkan potensi dirinya untuk memahami hakikat (nilai) dengan memahami tujuan atau maksud dari Dia menciptakan manusia dan mengenal kehendak dan keinginan-Nya. Ibarat suatu benda yang diciptakan dengan tujuan tertentu, ketika benda tersebut tidak berfungsi sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh penciptanya, maka benda tersebut akan dianggap gagal oleh si pembuatnya. Begitu pula manusia, ketika manusia tidak mengenal dirinya dan Penciptanya, maka manusia tidak dapat mengetahui batasan-batasan yang telah Dia tetapkan sehingga bisa menjadi makhluk perusak yang melampaui batas. 


    Di mana perbedaan manusia dengan binatang jika dalam kehidupan manusia juga berlaku hukum rimba? Jika bukan manusia sebagai kepanjangan tangan-Nya yang menebar benih-benih kasih dan sayang, lalu makhluk mana lagi yang dapat membuat kehidupan di bumi menjadi indah? Kalau manusia tidak mau memaksimalkan potensinya untuk menjadi wakil Sang Pencipta dan justru menjadi perusak, lantas, tak murkakah Dia jika maha karyanya yang luarbiasa indah diperlakukan semena-mena oleh makhluk ciptaannya sendiri (manusia)? 


    Untuk itulah, agar manusia dapat mengetahui, mengenal, dan memahami dengan benar fungsi dirinya dan memahami kehendak-Nya, tentu saja, harus kita kembalikan kepada kitab-kitab-Nya. Apabila kitab diaktualisasikan, maka kehidupan yang damai dan sejahtera akan tercipta.


    Allah memberikan ketiga sarana itu agar manusia bersyukur karena ketiga sarana itulah yang dapat membantu manusia untuk dapat memiliki sifat-sifat Tuhan-nya. Jika secara biologis manusia membutuhkan nutrisi untuk bergerak, maka secara batin manusia juga membutuhkan nutrisi agar qalbunya tidak mati. Sumber nutrisi yang dapat menghidupkan manusia secara batin hanya Dia melalui ayat-ayat-Nya, menggunakan akal pikiran (otak), manusia dapat memahami ayat-ayat-Nya. 


    Nantikan artikel selanjutnya. Sekian dan terima kasih.


    Penulis: Marcella Safitri

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini