SAMPANG, benuapost.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah SPPG Sampang, Kecamatan Jrengik, tepatnya di Desa Kalangan Prao, menuai sorotan dari masyarakat.
Menu yang diberikan kepada ibu menyusui (busui) dan balita dinilai belum memenuhi kebutuhan gizi yang seharusnya.
Kritik tersebut disampaikan oleh salah satu warga sekaligus aktivis muda Desa Jrengik, Abdul Asis, yang akrab disapa Mat Terbang.
Ia mengaku kecewa dengan menu yang dibagikan pada Sabtu (11/04/2026), karena dinilai terlalu sederhana dan kurang mencukupi kebutuhan nutrisi.
“Untuk ibu menyusui hanya diberikan satu buah apel dan susu kotak rasa cokelat. Sedangkan balita hanya mendapat satu buah jeruk dan susu. Menurut saya, ini kurang tepat untuk kebutuhan gizi mereka,” ujarnya.
Menurut Asis, ibu menyusui membutuhkan asupan gizi yang lebih lengkap dan seimbang. Tidak hanya buah dan susu, tetapi juga makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral guna menunjang kesehatan ibu dan kualitas ASI bagi bayi.
Ia juga menambahkan bahwa balita sebagai kelompok rentan tumbuh kembang seharusnya mendapatkan menu yang lebih variatif dan bernutrisi agar mendukung pertumbuhan yang optimal.
Sementara itu, dalam laporan resmi Kepala SPPG Sampang, Abdurrahman Wahid, disebutkan bahwa pelaksanaan program MBG berjalan lancar tanpa kendala di lapangan.
Namun demikian, munculnya keluhan dari masyarakat ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak penyelenggara program.
Masyarakat pun berharap agar ke depan menu dalam program MBG, khususnya bagi ibu menyusui dan balita, dapat disesuaikan dengan standar gizi yang lebih baik dan seimbang.
Hal ini penting agar tujuan utama program dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak benar-benar tercapai secara optimal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur MBG setempat, lantaran keterbatasan akses komunikasi.
//Liputan7


