Integritas Lapas di Ujung Tanduk: GMRH Ancam Bongkar 'Permainan Kotor', Transparansi Jadi Kunci Selamatkan Kepercayaan Publik
0 menit baca
Benuapost.id I Medan
Medan - Lembaga pemasyarakatan kembali menjadi sorotan. Dugaan pelanggaran prosedur dan "permainan kotor" di dalam lapas memicu kemarahan publik. GMRH (Gelar Masyarakat Republik Hukum), organisasi yang dikenal vokal dalam isu-isu hukum, angkat bicara dan mengancam akan membongkar semua penyimpangan jika tidak ada tindakan tegas.
"Jika ditemukan bukti pelanggaran, entah itu berupa kelalaian prosedur atau kerja sama dengan pihak luar, maka tindakan tegas dan tegas harus diambil sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak boleh ada kompromi dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan," tandas Erlangga Putra Ketua GMRH dengan nada geram.
Erlangga Putra juga menekankan pentingnya transparansi dalam menangani kasus ini. "Transparansi adalah kunci memulihkan kepercayaan masyarakat. Kami siap mendukung upaya perbaikan, tetapi kami juga tidak akan tinggal diam jika ditemukan penyimpangan yang merugikan kepentingan umum," tegasnya.
GMRH tidak main-main dengan ancamannya. Mereka siap melakukan investigasi sendiri dan membongkar semua penyimpangan yang terjadi di dalam lapas jika pihak berwenang tidak bertindak cepat dan transparan. "Kami memiliki jaringan informasi yang luas dan tidak akan ragu untuk mengungkap semua 'permainan kotor' yang merugikan masyarakat," ujar Erlangga Putra
Kasus ini kembali mempertanyakan fungsi lembaga pemasyarakatan. Apakah lapas benar-benar menjadi tempat rehabilitasi bagi narapidana, atau justru menjadi sarang kejahatan yang dikendalikan dari dalam tembok penjara?
GMRH berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat.
(Redaksi)



